5 Teori Masuk Dan Berkembangnya Agama Hindu-Budha Di Indonesia Dan Kelemahannya

5 Teori Masuk Dan Berkembangnya Agama Hindu-Budha Di Indonesia Dan Kelemahannya
Sabtu, Mei 13, 2017

Untuk memahami bagaimana proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di indonesia, kita perlu mengkaji pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tersebut merupakan sebuah hipotesis (dugaan sementara) yang masih memerlukan pembuktian yang akurat. Akan tetapi hipotesis-hipotesis tersebut sangat berguna dalam memberikan pemahaman pada kita tentang bagaimana proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di indonesia.

Teori Hindu Budha Di Indonesia

Tugas anda untuk menganalisis lebih lanjut hipotesis hipotesis tersebut, sehingga kamu dapat memilih salah satu hipotesis yang menurutmu paling mendekati kebenaran. tentusaja pilihan kamu harus dilandasi pada argumentasi dan logika yang kuat disetai dengan data, fakta dan bukti-bukti yang akurat.

Berikut ini adalah Hipotesis-Hipotesis yang dikemukakan oleh beberapa ahli tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di indonesia. Hipotesis-hipotesis atau teori-teori tersebut diantaranya:

1. Teori Sudra (Van Faber)
Menurut teori sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha di indonesia diawali oleh para kaum sudra yang berimigrasi ke indonesia. kaum Sudra menetap dan menyebarkan ajaran agama mereka kepada para pribumi hingga terjadilah perkembangan Agama maupun budaya Hindu-Budha yang sangat signifikan terhadap arah kepercayaan kaum pribumi yang awalnya animisme dan dinamisme menjadi percaya paham ajaran Hindu-Budha.

Yang mana kelemahan dari Teori ini adalah:
  • Tidak Menguasai Bahasa Sansakerta dan Huruf Pallawa
  • Kasta Sudra pada umumnya tidak memiliki ilmu pengetahuan/pendidikan
  • Umumnya, budak pasti memiliki tuannya, maka jika pastilah ada kasta yang lebih tinggi dari Sudra yang membawa Kasta Sudra Ke Indonesia

2. Teori Brahmana (JC.Van Leur)
Hipotesis ini menyatakan bahwa tradisi india yang menyebar ke Indonesia dibawa oleh golongan Brahmana. pendapat yang dikemukakan oleh JC.Van Leur, Berdasarkan pada pengamatannya terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia, terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa Sansakerta dan huruf Pallawa, maka sangat jelas itu adalah pengaruh Brahmana.

Oleh karena itu, dia berpendapat bahwa kaum Brahmanalah yang menguasai bahasa dan huruf itu, Sehingga pantas jika mereka yang memegang peranan penting dalam proses penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. akan tetapi, bagaimana mungkin para Brahmana bisa sampai ke Indonesia yang terpisahkan dengan India oleh lautan. Dalam tradisi agama Hindu terdapat pantangan bagi kaum Brahmana untuk menyebrangi lautan, sehingga hal ini menjadi kelemahan hipotesis ini.

3. Teori Ksatria (Prof.Dr.Ir.J.L.Moens dan R.C Majundar)
Teori ini  berisi bahwa agama Hindu dibawa oleh kaum Kasta Ksatria (raja, pangeran, dna prajurit) yang melarikan diri ke Indonesia karena kalah perang/kekacauan politik di India. Di Indonesia sendiri, mereka mendirikan kerajaan sendiri dengan bantuan masyarakat sekitar dan karena kedudukannya sebagai raja, maka penduduk pun menganut agama Hindu. Teori ini juga memiliki Kelemahan yaitu:
  • Kalangan Ksatria tidak mengerti agama dan hanya mengurusi pemerintahan
  • Adanya ketidak mungkinan seorang pelarian mendapat kepercayaan dan kedudukan mulia sebagai Raja
  • Bukti arkeologis menunjukan bahwa raja di indonesia adalah raja asli Indonesia, bukan orang India

4. Teori Waisya (NJ. Krom)
Menurut NJ. Krom, proses terjadinya hubungan antara India dan Indonesia karena adanya hubungan perdagangan, sehingga orang-orang india yang datang ke Indonesia sebagian besar adalah para pedagang. Perdagangan yang terjadi pada saai itu menggunakan jalur laut dan teknologi perkapalan yang masih banyak tergantung pada Angin musim. Hail ini mengakibatkan dalam proses tersebut, parapedagang India harus menetap dalam kurun waktu tertentu sampai datangnya angin musim yang memungkinkan mereka untuk melanjukan perjalanan. Selama mereka menetap, memungkinkan terjadinya perkawinan dengan perempuan-perempuan pribumi. mulai dari sini pengaruh kebudayaan india menyebar dan menyerap dalam kehidupan masyarakat Indonesia. pendapat krom ini didasarkan penelaahan dia pada proses islamisasi di Indonesia yang dilakukan oleh para pedagang Gujarat. Bukan hal yang mustahil, proses masuknya budaya Hindu-Budha di Indonesia dilakukan dengan cara yang sama.

Namun, Teori ini memiliki kelemahan, Yaitu para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa sansakerta dan huruf Pallawa yang umumnya dikuasai oleh kasta Brahmana. namun bila melihat peninggalan prasasti yang dikeluarkan oleh negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sebagian besar menggunakan bahasa Sansakerta dan Berhuruf Pallawa. Selain itu, terdapat kelemahan lain dalam hipotesis ini yaitu dengan melihat peta persebaran kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia yang lebih banyak berada di pedalaman. Namun apabila pengaruh tersebut dibawa oleh para pedagang india, tentunya pusat kerajaan-kerajaan Hindu-Budha akan lebih banyak didaerah pesisir pantai.

5. Teori Arus Balik (F.F.K Bosch)
F.D.K Bosch memiliki teori sendiri yaitu Teori Arus Balik. Menurut teori ini, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan ajaran Hindu-Budha, yaitu para intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang. Setelah tiba di indonesia, mereka menyebarkan ajarannya. karena pengaruh tersebut, ada di antaranya tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya tersebut. pada perkembangan selanjutnya banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berkunjung dan belajar agama Hindu-Budha. setelah mereka kembali ke Indonesia, Merekalah yang mengajarkan kepada masyarakat Indonesia yang lain.

Bukti dari pendapat ini adalah adanya prasasti Nalanda yang menyebutkan bahwa bala putradewa (Raja Sriwijaya) telah meminta kepada raja India untuk membangun wihara di Nalanda sebagai tempat untuk menimba ilmu para tokoh dari Sriwijaya. Pemerintahan Raja Sriwijaya itu ternyata dikabulkan. Dengan demikian, setelah para tokoh atau pelajar itu menuntut ilmu disana, mereka kembali ke Indonesia. Merekalah yang selanjutnya Mengajarkan ajaran Hindu-Budha di Indonesia.

Kelemahan dari Teori ini yakni:
  • Sepertinya tidak mungkin orang indonesia pergi ke India untuk belajar agama dan budaya Hindu karena pada saat itu masyarakat Indonesia masih bersifat Pasif
  • Jadi tidak mungkin jika Masyarakat mengajarkan Agama dan Budaya Hindu pada saat itu.

Itu saja Artikel tentang 5 Teori Masuk Dan Berkembangnya Agama Hindu-Budha Di Indonesia Dan Kelemahannya, Semoga ini dapat membantu dan bermanfaat untuk kita semua.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "5 Teori Masuk Dan Berkembangnya Agama Hindu-Budha Di Indonesia Dan Kelemahannya"

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar jika ada yang perlu didiskusikan. Jangan pernah gunakan ujaran kebencian, bullying, dan kalimat-kalimat yang mengandung unsur SARA!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel